Akhir-akhir ini saya dan ayah rajin dengerin radio female di pagi hari, salah satunya karena ada si bang Aidil Akbar, yang tiap on air kasih spirit dan motivasi buat kita lebih baik dan bijak dalam perencanaan keuangan keluarga.
Topik yang kemarin bang Aidil angkat yaitu mengenai berapa sih dana pensiun yg mesti kita siapin untuk 20 or 25 tahun ke depan? jawabnya sekian M.....What???Terbayang angka fantastis itu bikin kepala nyut-nyutan...sesak nafas....jantung berdegup lebih kencang...hahahah...yang pasti suprise bangetttt....tercengang bangettttt... oh no..... Dari mana ngedapetin angka segitu booo..
Saya dan ayah jadi tambah mikir dan diskus...... hmm yah.... what should we do?
Memang sih kemarin-kemarin sempet ada beberapa plan guna investasi tapi tetep ngerasa masih kurang ya, walah-walah....extra mikir lagi nih what should we do??????
*sampai detik ini masih keras berpikir*
Dan hari ini Female dengan topiknya akan kemana kita nanti kalu dah jadi nenek-nenek?
Secara kulturnya orang Indonesia, kalau orangtua udah pada sepuh yang pastinya ikut tinggal sama anak dong. Kalau anaknya lebih dari 3 , tinggal pilih mana yang lebih nyaman. Dan sekarangpun kalau kita lihat di panti werda ada para nenek-nenek or kakek-kakek itu tinggal di panti werda, suka berpikir kok tega ya anaknya, orangtuanya di tinggal di panti ...eittt ternyata keliru loh... beberapa survei kenyataannya para orangtua yang sepuh-sepuh itu memang inginnya tinggal di panti dengan alasan lebih enjoy bisa bersosialisasi dengan komunitasnya.
Dan dari Female juga ternyata ada salah satu bunda malah sudah menyatakan nanti kalau sudah tua si bunda mau tinggal di panti werda, dengan alasan anaknya cuma 1 dan bunda ini tidak mau merepotkan anaknya, bunda ini berprinsip 'my home with my rule, your home with your rule', jadi hmmm takut merasa gak nyaman aja nantinya, bunda ini ngerasa kalau di panti kelak akan lebih senang karena bisa berkumpul dengan para komunitasnya sesama nenek-nenek. Ada lagi pendapat bunda lain yang udah menyempatin diri untuk mengunjungin salah satu panti werda, karena bunda ini sempet berpikir bahwa kelak dia akan tinggal di sana. Katanya...saya bisa tertawa tapi kok para penghuninya hanya tersenyum simpul, apa mereka tidak bahagia, padahal yang saya lihat panti mereka itu nyaman dan terlihat baik... kemudian saya berpikir kalau mereka mungkin tidak bahagia karena jauh dari anak-anak dan cucu-cucu mereka, saya jadi berpikir lebih baik kelak di hari tua saya tinggal bersama anak saya.
Hmmm sejujurnya sampai detik ini saya belum ada pemikiran kelak saya akan tinggal panti werda atau ikut tinggal dengan anak saya....bagaimana dengan anda????
Tuesday, January 5, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
This comment has been removed by the author.
ReplyDeletemba' baca deh blog baru nya mas akbar...semua ttg financial check up..maybe can help :)
ReplyDeletehttp://fincheckup.blogspot.com